Bangsat bajingan!
Tak cukup untuk menyerapahmu. Kumpulan caci tak akan sanggup menggenapi gemuruhku. Kalau saja satu jurus digdaya bisa memperlambat denyut, niscaya tak hanya sekali kulepas lisan berkutuk. Picisan!

Rupamu palsu lambemu lamis. Asu!
Ingin sekali kuteriakkan di depan wajah bertopeng tebalmu. Merenggut kulit mukamu dan melihat belatung singgat atau entah makhluk lain yang bersemayam di batok kepalamu, lalu muntah. Tentu saja di ubun-ubunmu!

Jancuk kéré!
Sandangmu sama sekali tak layak sembah. Gelang cincinmu membuat jengah. Perilakumu tak bercermin titah. Mewah megah jumawa semua sepele. Jahanam lonté!

Percuma…
Makian dahsyat, hujat bejat, tak akan meredakan jeritan jelata. Maka kurapal saja mantra. Semoga semesta mengindera, nirwana mana yang tak menutup gapura, saat ragamu meregang sukma.

Tai!

anger
 

anger

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s