Mengawali adalah sesuatu yang tak pernah mudah. Seperti saat ini, otak mediokerku (yang mulai mengirimkan sinyal-sinyal pertanda nirsekuriti) tetiba memerintahkan jari-jemari bergerak menekan bilah-bilah alfabet, memulai kembali setelah sekian lama tak intens.
Baru 3 hari berjalan dari 365 hari terhitung. Masih termaafkan kalau belum terlalu bekerja keras. Nuansa libur mungkin baru akan selesai akhir minggu ini.
Sudah hampir dua minggu terakhir cuaca kalau tidak mendung, hujan, berangin. Memang sedang ekstrem dimana-mana, kata para pakar. Tapi sejujurnya, aku lebih suka cuaca seperti ini. Tidak membuatku terlalu berkeringat lebih, aku benci.
Tahun lalu, seperti tahun sebelumnya semenjak pagebluk, masih cukup berat. Namun siapa sangka, tetap kuat bertahan. Tanpa kekhawatiran berlebih, cukup sekadarnya. Emosi cukup terjaga, kalau tak bisa dibilang stabil. Fisik relatif baik, bahkan dengan dua kali serangan virus bangsat korona. Romansa, cenderung (tetap) datar, karena apa yang diharapkan dari menjalin akad sebahat dengan siluman? Keuangan, cukup terkendali, meskipun terseok.

Manusia masih menjadi makhluk yang membencikan, tapi aku lebih banyak belajar dari mereka. Belajar mengendalikan energi, yang membuatku tetap waras di antara “kewarasan” manusia lainnya. Belajar menyaring informasi, yang layak kusimpan dalam logika dan emosi jangka panjang. Belajar menyimak lebih jeli untuk menemukan potongan teka-teki dan merangkai pola demi gambar yang lebih utuh. Belajar mengendurkan dan melepaskan genggaman, yang membuatku lebih ringan melakukan manuver umpan balik dan pertahanan.

Kalau memang perlu resolusi setiap tahun, tujuan pencapaianku tak akan berlebih tahun ini. Aku akan menyukai (kalau tidak mencintai) manusia.

Ya, aku akan menyukai manusia. Tidak lagi membenci mereka. Meskipun aku masih berharap bisa berhubungan dengan alien (dan siluman), tapi aku akan mencoba menyukai manusia.

Suka. Evaluatif sekali, tak jelas parameter untuk ini. Sukamu, belum tentu sukaku. Untuk itu, batasku tak akan terlalu muluk. Senyum dan angguk. Itu saja dulu. Paling tidak manusia di sekitarku bisa mengindra ukuranku. Apapun tingkah kelakuan atraksi mereka akan kuvalidasi dengan senyum dan angguk.

Jadi, kita lihat saja, apa yang terjadi 362 hari ke depan.
Semoga tetap mampu bertahan.
Mari bertualang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s