Hari selalu telah lewat isya’, ketika aku menghempaskan penat di kursi hitam depan galangan. Peluh hanya meninggalkan butiran kristal asam bercampur sisa deodoran, yang kadang menguningkan bagian ketiak baju dalam. Biasanya, dan hampir selalu, kaki adalah yang pertama kubebaskan dari siksa lembab berjamur kungkungan sepatu. Aku hanya perlu melepasnya, mengguyur sedikit air, dan sudah. Tak perlu repot membuatnya kering, toh aku akan mengangkatnya di palang jemparing.

Bahu. Giliran berikut untuk terlepas beban. Kulepas silang selempang, sehingga ringan bidang tersandang. Lalu kugerai rambut, dan membiarkan butir-butir kering kulit kepalaku merdeka. Ketombe. Tak jarang, helai-helai ubanku mengantarkan kebebasan mereka. Rontok. Membuat kilap ubinku terkesan jorok. Peduli setan. Dayang bayangan akan membuatnya kembali cemerlang.

Oh, gawai. Salah satu belahan jiwaku. Padanya kucurahkan segala rahasia batin, gejolak prahara, dan untaian rindu. Padanya kudapatkan kerabat dekat, bahkan hingga kumpulan sesat. Padanya jiwaku penuh. Padanya waktuku runtuh. Sayap sukmaku yang rapuh sekaligus tangguh, yang tanpanya aku bagai lumpuh. Jangan… Jangan kau pundung genggamanku satu itu. Aku akan kalang kabut.

Ritual ini adalah pembuka gerbang kerinduan. Kerinduanku pada sosok tersayang, paling terpercaya. Tabib segala nestapa, begawan segala derita. Lini masa apalah artinya, apalagi sebentuk makhluk yang menanti tak kenal bosan. Rindu dendam pasang surut. Dia pikir hanya di mulut. Tapi mungkin sebenarnya saling terpaut. Siapa tahu?

Hari selalu telah lewat isya’, ketika aku terburu memburu waktu melepas rindu. Pada sosok tersayang, paling terpercaya. Segala duka lara segera terlarung jauh. Ragaku akan segera kurelakan.

Ya, kepada sepuntung rokok.

imagecigarrete
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s