Aku tidak mengingat hari berdasarkan nama, seperti manusia. Aku tidak mengingat hari, tapi aku melihatnya. Ya, aku melihatnya berupa warna dan beberapa tanda yang hampir selalu muncul bersamaan dengan citra saat itu.
Seperti ini misalnya…
Aku melihat warna hijau, ketika beberapa manusia lebih memilih bangun siang, bersantai dan bermalasan. Beberapa lagi memilih bangun pagi dan melakukan aktivitas sesekali selama beberapa warna, biasanya olahraga atau hanya sekedar pergi ke pasar membeli jajanan. Beberapa yang lain lagi bangun pagi, berpakaian rapi dan berdandan santun, membawa buku berisi doa dan pujian, lalu pergi ke sebuah tempat bernama gereja. Begitu yang aku dengar dari percakapan mereka.

Warna kuning adalah ketika hampir semua orang malas bangun, atau bangun terburu-buru. Ini adalah hari yang sepertinya dibenci oleh hampir semua manusia. Sehingga ketika mereka bisa bertahan melewati hari itu, sepertinya sepanjang warna-warni berganti hingga hari kuning kembali, semua akan baik-baik saja.

Setelah kuning, hari akan berganti merah muda. Pada saat ini, sepertinya dunia mulai membaik. Manusia sudah berhenti mengeluh, tidak seperti saat hari berwarna kuning. Mungkin sudah mulai terbiasa, atau bisa jadi mereka mulai sadar bahwa mau tidak mau semua warna akan berganti. Entahlah.

Merah mudah berlalu, berganti tosca. Dulu aku agak bingung dengan warna ini, karena warnanya nyaris hampir sama dengan hijau dan biru. Tapi seiring waktu, aku mulai bisa membedakannya. Aku tahu istilah ini saat menempel di dinding sebuah rumah yang akan dicat. Orang-orang berkata dindingnya dicat warna tosca. Baru aku tahu nama warna untuk hari itu.

Tosca hilang, coklat datang. Di hari ini, manusia sepertinya mendapat energi baru untuk mempersiapkan kedatangan hari yang mereka tunggu. Nanti aku kasih tahu warna apa. Aku sering mendengar celotehan manusia untuk melakukan ibadah sunnah rosul saat hari berwarna coklat. Awalnya aku tidak tahu itu apa, tapi suatu saat ketika aku sedang menempel pada sebuah dinding rumah, aku tahu apa yang mereka maksud. Kapan-kapan aku ceritakan. Hihi…

Jingga muncul setelah coklat. Ini hari yang menurut manusia adalah hari yang pendek. Aku juga awalnya tidak paham apa maksudnya, karena menurutku durasinya juga sama saja seperti hari-hari lainnya. Namun ketika hari berwarna jingga, aku melihat banyak manusia lelaki bersiap pergi ke sebuah tempat bernama masjid. Dan ketika hari ini sudah menjelang gelap, banyak manusia bersukacita karena setelah hari ini adalah hari yang mereka tunggu-tunggu selama beberapa warna berganti.

Dan akhirnya, inilah hari yang mereka tunggu, warnanya biru. Biru adalah hari dimana banyak manusia bahagia karena mereka tidak harus bangun pagi dan melakukan rutinitas seperti hari-hari lainnnya. Memang tidak semua manusia, tapi sepertinya ini adalah hari saat manusia yang tidak sibuk di hari lainnya pun tidak akan merasa berdosa jika bermalas-malasan.
Kebanyakan mereka punya 2 hari untuk bisa seperti ini, saat hari berwarna biru dan hijau. Karena setelah hijau berlalu, hari kuning akan kembali mewarnai hidup mereka.

Maka, begitulah aku mengingat hari. Meskipun pada akhirnya aku tahu, warna-warna itu memiliki nama, karena aku sering mendengar manusia mengucapkannya. Minggu-Senin-Selasa-Rabu-Kamis-Jumat-Sabtu.
Tapi aku lebih suka melihatnya berwarna-warni.
Lain kali aku ceritakan pengalaman seru di warna-warni itu. Sekarang aku lapar, mau berburu nyamuk. Sampai ketemu di warna lain, semoga warna kalian menyenangkan.

Oya, aku adalah seekor cicak.

metode-pemilihan-warna

Warna

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s