Selamat Berawal

Selamat Berawal

Mengawali tahun berangka ganda sembari memasuki masa di mana sedikit kecemasan mulai mencari celah menguasai jiwa raga. Mungkin kurasa sudah jauh lebih baik daripada sebelumnya. Ceruk-ceruk pembuat lubangnya bisa sedikit kupoles, sehingga rembesan rasa gundahnya tak separah sebelumnya. Bagaimanapun juga, masih lembab. Wajar, kataku dalam hati menghibur diri. Tapi bukankah memang demikian?

Konon banyak katanya, hidup itu tidak lurus. Kadang naik, kadang turun. Kadang panik, kadang melamun. Kadang tenang, kadang gelisah. Kadang senang, kadang susah. Begitu saja terus sampai hidup makin meredup kemudian menutup.

Beberapa waktu lalu, aku berusaha menjawab satu-dua pertanyaan dalam sebuah buku tentang seni hidup sendiri. Tak ada yang bisa kujawab dengan segera. Alih-alih menjawab semua pertanyaan, di benakku hanya ada satu tempat, di mana aku ingin tinggal dan hidup cukup, menikmati sendiri.

Mungkin benar apa yang pernah dikatakan oleh seorang teman, bahwa sepertinya di kehidupan sebelumnya, aku adalah sesuatu atau seseorang di tempat itu.
Katanya, “Mungkin di kehidupan sebelumnya, kamu adalah seekor semut kecil yang bingung mencari jalan pulang di sana”.
Bisa jadi, mungkin sekali.

Lihat, mendung hitam mulai turun. Pantas saja udara terasa gerah. Pasti kau pikir akan turun hujan, kan? Jangan salah… alam raya sekarang senang bermain-main. Kalau dulu tanda-tanda mereka nyata, sekarang sering kali menipu.
Mungkin mereka sedang membalas manusia-manusia yang sering congkak mengakali dunia. Jadi ketika mendung gelap turun, sebenarnya mereka berkata, “Kalian pikir air-airnya akan kutumpahkan? Belum. Sekarang kubuat kalian engap dulu kepanasan, nanti baru aku turunkan sekalian bersama angin dan halilintar, biar kalian sedikit gentar”.
Lalu tak lama kemudian, gumpalan kelabu di langit terbelah, menyorotkan kembali cahaya matahari, diiringi tetesan-tetesan keringat kecut asin dari pelipis dan ketiak sisa gerah sebelumnya. Begitu kiranya kalau ditulis menjadi naskah.

Demikianlah ini berawal. Awal hari di awal pekan di awal tahun ini. Sekarang aku mau mengawali karyaku dengan membersihkan isi lemari es dulu, mumpung isinya sedang tidak terlalu banyak. Kalau isinya banyak, aku sedang sejahtera. Alhasil, aku tidak akan membersihkan isinya. Paham kan?

Jadi, selamat mengawali apapun yang akan diawali. Semoga langgeng dan tidak berhenti di awal saja.